Khitan Bagi Bayi Perempuan

Dalam kitab- kitab fikih disebutkan bahwa khitan artinya adalah ﻗﻄﻊ ﺍﻟﻗﻟﻔﺔ ﺍﻮ ﺍﻟﺠﻟﺪﺓ (ﻟﻟﺠﺭﻴﺔ) ,

Pengertian khitan maksudnya memotong kulit penutup KHASYAFAH (GLANDS PENIS) bagi anak lelaki atau kulit (PREPUCE) yang ada diatas CLITORIS bagi anak wanita.

Praktek ini sering disebut juga dengan istilah CIRCUMSISI, mengambil istilah dari suatu nama sekte Nashrani yang taat melakukan ajaran bersunat seperti apa yang dilakukan oleh Yesus sendiri dan para murid- muridnya serta dilakukan juga oleh para penganut Yahudi, sebagai warisan Millah Ibrohiim.

Nabi Ibrohim menerima wahyu Allah untuk berkhitan tatkala beliau telah berumur 80 tahun, dan dilakukan dengan menggunakan kapak (Qodum), sesuai hadist Nabi dalam Asshohihain:

ﺇﺨﺘﺘﻥ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻡ ﻮﻫﻭ ﺍﺑﻥ ﺛﻤﺎﻨﻴﻦ ﺴﻨﺔ ﺑﺎﻟﻗﺪﻭﻡ

Dalam satu pendapat yang lain, Qodum adalah nama suatu tempat di negeri Syam. (Ibnu Hajar Al- Asqolani: Fatkhul Baari 10/ 386)

Imam Nawawi Ad- Dimasyqy dalam Syarah Sohih Muslim menjelaskan: “Yang wajib bagi laki- laki adalah memotong seluruh kulit (Qulf) yang menutupi kepala Khasyafah sehingga kepala Dzakar itu terbuka seluruhnya. Sedangkan bagi wanita yang wajib hanyalah memotong SEDIKIT daging (Jildah) yang berada pada bagian atas Farj. (Syarah Muslim 1/543, Fatkhul Bari 10/384- 387, Syarhul- Muhadzab).

Sebagian orang yang kurang mengerti sering mencampur adukkan antara khitan wanita (Female Circumsision) yang islamy dengan VAGINA MUTILATION yang pada praktiknya memotong habis seluruh LABIA (Labia mayora dan Labia minora) dan kemudian menjahitnya sehingga tersisa lubang yang sedikit, dimana praktek model ini banyak dilakukan di Africa, dan ini murni budaya Africa kuno yang tidak ada hubungannnya sama sekali dengan ajaran islam yang murni. Rasulullah tatkala melihat pelaksanaan khitan wanita di Madinah yang dilakukan oleh seorang Shohabiyah yang bernama Ummi ‘Atiyah berpesan wanti- wanti agar jangan melakukan praktek yang berlebihan itu dengan mengatakan:

ﺇﺫﺍ ﺤﺿﺕ ﻔﺎﺸﻤﻲ ﻮﻻ ﺘﻧﻬﻜﻲ ﻔﺈﻨﻪ ﺃﺴﺮﻯ ﻟﻟﻮﺠﻪ ﻮﺃﺨﺿﻰ ﻟﻟﺯﻮﺝ . ﺮﻮﺍﻩ ﺍﻠﺨﺎﻄﺐ

“Jika kamu mengkhitan maka hendaklah sedikit saja, jangan dihabiskan, karena yang demikian itu lebih mempercantik wajah dan lebih disukai suami” H.R. Abu Dawud dan Al- Khotib.

Abu Dawud menilai hadist ini ada titik lemah, namun menurut Imam Ibnu Hajar Al- Asqolani, hadist ini memiliki dua saksi penguat, yakni melalui hadist Anas dan hadist Ummu Aiman.

Yang dimaksudkan dengan lafadh “Isymi” adalah ratakan, sehingga bagian kulit (prepuce) yang keluar dan menonjol dari bibir faraj dipotong sehingga masih ada bagian yang ada didalam bibir faraj.

Seperti diketahui bahwa CLITORIS dan Prepuce (yang merupakan Obstacle clitoris) adalah bagian kewanitaan yang sangat sensitive dan mudah terangsang, sehingga bila ada bagian Obstacle yang menonjol maka akan sangat mudah bersentuhan dengan benda- benda luar yang akan berakibat bangkitnya nafsu birahi seorang wanita. Maka Islam sebagai suatu agama yang suci menjaga kesucian para wanita agar mereka hanya bangkit nafsu seksualnya tatkala telah disentuh dan di trigger oleh suaminya saja dan tidak terangsang disetiap waktu dan keadaan, sehingga dengan demikian akan selalu terjaga hubungan seksual yang suci yang diridhoi Allah SWT.

Hukum dan Tujuan Khitan

Adapun dalil dan dasar- dasar hukum yang berkenaan dengan masalah khitan adalah:

1. Firman Allah: “Kemudian aku wahyukan kepadamu (Muhammad), agar mengikuti agama Ibrahim yang hanif (condong/ berpihak kepada kebenaran). An- Nahl 123. Beberapa ayat yang senada juga dapat ditemukan dalam bagian lain Surah Al- Qur’an.

1. Rasulullah menyatakan:”Dasar kesucian (FITRAH) itu ada lima, yaitu: 1- Khitan,

2- Mencukur bulu kemaluan, 3- Mencukur bulu ketiak, 4- Mencukur kumis, dan

5- Memotong kuku- kuku”. H.R. Bukhori dan Muslim. Hadist ini adalah sumber yang

paling shohih tentang masalah khitan ini dan bersifat UMUM, artinya berlaku baik untuk

laki- laki dan perempuan. Dalam hal ini Fitrah identik dengan Sunnah atau Ad- Dien

yang bersesuaian dengan ajaran islam, karena itu khitan dalam khazanah bahasa Indonesia

sering juga disebut SUNNATAN.

1. Rasulullah bersabda: “Allah tidak menerima sholat kalian bila tidak suci”. Tanpa berkhitan, selalu ada sisa- sisa air seni/ najis yang tertinggal dibawah Qulf. Maka agar sholat kita diterima Allah, kita harus berkhitan sebagai usaha agar kesucian terjamin. Sesuai Qo’idah USHUL FIQH yang menyatakan: ﻤﺎ ﻻ ﻴﺘﻡ ﺍﻠﻮﺍﺠﺐ ﺍﻻ ﺑﻪ ﻔﻬﻭ ﻮﺍﺠﺐ “Sesuatu yang (menyebabkan) sebuah kewajiban tak mungkin bisa dilakukan dengan sempurna, maka sesuatu itu hukumnya menjadi wajib”. Maka hukum khitan bagi lelaki yang berdasar hadist diatas yang pada asalnya sunnah, menjadi wajib karena sebagai sarana kesucian untuk melaksanakan sebuah kewajiban.

Hukum khitan bagi laki- laki adalah WAJIB, ini disepakati oleh Jumhur Ulama’, sedang bagi wanita diperselisihkan diantara para Ulama, yakni antara Wajib dan Sunnah.

Sebahagian menyatakan kewajiban khitan bagi wanita seperti pendapat Ashab As-Syafi’I, sebagaimana kewajiban khitan bagi kaum lelaki dengan beberapa alasan, yaitu:

1. Khitan wanita sering dinyatakan oleh Rasulullah secara berbarengan dengan kaum lelaki, sesuai pernyataan beliau: “Apabila bertemu dua khitan maka mereka wajib mandi” Hadist riwayat At- Turmudzi, Ahmad dan Ibnu Majah. Masih banyak lagi hadist yang semakna dengan hadist ini .
2. Dalam hadist yang lain Nabi menyatakan bahwa “Kaum wanita itu saudaranya kaum

lelaki”. Maka kalau lelaki wajib berkhitan, maka kaum perempuan juga wajib berkhitan.

Demikian ini keyakinan sebahagian para ulama Syafi’iyah sebagaimana terungkap

dalam pernyataan Imam Nawawi sesuai keterangan diawal tulisan ini, mereka berpendapat

bahwa khitan bagi wanita itu WAJIB hukumnya.

Sedangkan menurut Imam Malik dan sebagian lagi sahabat Syafi’I seperti pernyataan Sohibul Mughni dari Ahmad, menyatakan hukumnya sunnah berdasarkan keumuman hadist shohih riwayat Bukhori dan Muslim, dan hadist dari Syaddad bin Aus yang menyatakan:

ﺍﻟﺨﺗﺎﻥ ﺴﻧﺔ ﻟﻟﺮﺠﻞ ﻤﻜﺮﻤﺔ ﻟﻟﻨﺴﺎﺀ

“Khitan itu perilaku Nabi- nabi bagi lelaki dan kehormatan bagi kaum wanita”

Disamping itu hujjah bagi mereka yang menyatakan tidak wajibnya khitan bagi wanita, karena khitan wanita tidak mempengaruhi keabsahan ibadah sholatnya, tapi lebih dimaksudkan untuk menstabilkan hasrat seksualnya sebagaimana pernyataan Imam Ibnu Taimiyah tatkala beliau ditanya: Apakah wanita juga dikhitan? Beliau menjawab:” Ya, wanita itu dikhitan. Dan khitannya dengan memotong kulit yang paling atas (jildah) yang mirip dengan jengger ayam jantan. Rasulullah bersabda: “Sedikit saja jangan semuanya karena itu lebih bisa membuat wajah ceria dan lebih disenangi suami” Hal itu karena tujuan khitan laki- laki ialah untuk menghilangkan najis yang terdapat dalam penutup kulit dzakar, sedangkan tujuan khitan wanita adalah untuk menstabilkan syahwatnya, karena kalau wanita tidak dikhitan, maka syahwatnya akan sangat besar. (Majmu’ fatawa 21/114)

Waktu Khitan

Menurut Al- Mawardy, ada tiga waktu untuk berkhitan, yakni:

1. Waktu WAJIB, yakni saat seorang anak telah mencapai umur BALIGH.
2. Waktu Sunnah, Yakni saat anak belum mencapai umur baligh.
3. Waktu Ikhtiyar, yakni saat bayi umur 7 (tujuh) hari, atau 40 hari atau umur 7 (tujuh) tahun saat anak mulai diajari dan diperintah sholat.

Walimatul khitan

Dasar yang kuat tentang walimatul khitan tidak ditemukan, namun sebagian para salaf telah melakukan itu untuk khitan lelaki, sedang khitan wanita tidak diumumkan.

Syekh Abu Abdullah bin Al- Haj dalam “Al- Madkhol” menyatakan:

ﺃﻥﺍﻟﺴﻧﺔ ﺇﻆﻬﺎﺮ ﺨﺗﺎﻥ ﺍﻟﺫﻜﺮ ﻭﺇﺨﻔﺎﺀ ﺨﺗﺎﻥ ﺍﻷﻧﺛﻰ . ﻭﺍﻟﻟﻪ ﺍﻋﻠﻡ

“Sesungguhnya yang sunnah, menjelaskan/ terang- terangan untuk pelaksanaan khitan anak lelaki, dan menyamarkan pelaksanaan khitan bagi wanita”. Wallahu a’lam.

Lihat masalah ini pada Fatkhul Baari Syarah Shohih Bukhory oleh Imam Ibnu Hajar Al- Asqolani juz 10 halaman 384- 387.Darul Hadist Qohiroh1424 H, dll)

===========================================================================================================
Muslimin dan Muslimat yang kami hormati, kali ini kita akan membahas tentang sunat (khitan) perempuan. Pembahasan yang jarang diangkat dipermukaan karena dianggap tabu. Perempuan emang bawaannya malu membedah hal-hal yang sensi beginian. Berbeda dengan khitan laki-laki yang dianjurkan dirayakan. Sunat perempuan cenderung tertutup. Meski tertutup, bukan berarti kita sama sekali tidak tahu bukan? Di Mesir sekarang ini sedang hangat mengemuka pelarangan sunat perempuan. Bahkan seorang syekh Al Azhar pun pernah turut mendukung keputusan Departemen Kesehatan untuk melarang sunat perempuan. Alasannya karena aktivitas sunat perempuan terkategori tindakan kekerasan terhadap perempuan dan kriminal yang melanggar hak asasi manusia. Muslimin dan Muslimat yang kami hormati, ini rasanya aneh sekali. Sunat perempuan sudah dilaksanakan sejak masa putri-putri masyarakat Mesir kuno. Orang-orang Naubah dan Negara Sudan sering menyebutnya ‘ Al Khitan Al Fir’auni”. Sebagaimana orang-orang Arab sebelum datang ajaran Islam juga telah melakukan tradisi khitan perempuan. Dalam buku Syaikh Muhammad As Sayyid Asy Syinnawi tentang bahaya tidak mengkhitan perempuan dikatakan pelarangan sunat perempuan di Mesir jelas-jelas murni hasil rekayasa Amerika Serikat. Syaikh menulis Kantor Berita Washington DC, jurbir kementrian luar negeri Amerika Serikat John Mayer meminta kepada pemerintah Mesir untuk kembali mewajibkan pelarangan sunat perempuan di sana. Wah, sampai segitunya Amerika, hingga persoalan sunat perempuan pun juga turut campur. So, What’s behind in the case? Muslimin dan Muslimat yang kami hormati, penasaran kan? Muslimin dan Muslimat yang kami hormati, beberapa waktu lalu Indonesia juga digoyang opini pelarangan sunat perempuan. Surat Kabar Nasional menurunkan wacana seputar sunat perempuan. Didalamnya mengisahkan trauma Sarah yang merasakan sakit bertubi-tubi akibat obat bius tak bekera optimal ketika disunat. Disajikan pula data hasil penelitian tentang female genital mutilation selama tiga tahun (2001-2003) di sejumlah daerah seperti Padang Pariaman, Serang, Sumenep, Kutai Kartanegara, Gorontalo, Makassar, Bone dan Maluku dimana 72 persen sunat perempuan dilakukan dengan cara berbahaya seperti sayatan, goresan dan pemotongan sebagian atau seluruh ujung klitoris. So, bagaimana pandangan Islam sesungguhnya mengenai sunat perempuan? Muslimin dan Muslimat yang kami hormati, mari kita kupas bersama? Nah, di buku Syaikh Syinnawi dijelaskan beberapa ulama mewajibkan sunat perempuan dan beberapa lainnya mensunahkan saja, namun tak ada satu pun yang melarang. Para Imam Madzhab berbeda pendapat dalam masalah Khitan untuk perempuan. Imam Malik, Syafi’i dan Ahmad menyatakan wajib, sedangkan Imam Hanafi menyatakan sunnah. Imam Ahmad berkata:” Apabila dua khitan bertemu, maka wajib baginya mandi. “ (HR. Muslim dalam riwayat Qatadah). Kemudian Imam Ahmad bin Hambal melanjutkan,” Dari sini jelas bahwa para perempuan juga dikhitan seperti lelaki. Muslimin dan Muslimat yang kami hormati, prosesi sunat perempuan tak seperti sunat laki-laki yang dipangkas habis bagian sensi-nya. Hal ini berlandaskan pada sabda Nabi Muhammad Saw. Beliau memerintahkan kepada Ummu Athiyyah, tukang khitan perempuan di Madinah: “Jangan berlebihan, karena hal itu adalah bagian kenikmatan perempuan dan kecintaan suami.” Dalam riwayat lain disebutkan: “Sentuh sedikit saja dan jangan berlebihan, karena hal itu penyeri wajah dan bagian kenikmatan suami.” (HR Abu Daud). Sunat perempuan cukup dengan sekadar membasuh atau mencolek ujung klitoris dengan jarum. Tentu saja, khitan perempuan juga dilakukan sesuai prosedur medis yang sangat memperhatikan keselamatan perempuan. Bila seorang juru khitan melakukan kesalahan, maka sangsi yang harus dipertanggungjawabkan dalam Islam bisa berupa qishas, iwadh (ganti) dan diyat (tebusan). Tahukah Muslimin dan Muslimat yang kami hormati, dari sisi pandangan medis, sunat perempuan memudahkannya pertemuan antara ”khitan” dengan ”khitan” sehingga peluang kehamilan lebih tinggi. Disamping memudahkan perempuan membersihkan kotoran-kotoran tersembunyi yang menyebabkan bakteri-bakteri hidup subur di area tersebut. Pertumbuhan penduduk benua Afrika mencapai 301 persen setiap tahunnya. Hal ini, karena Benua Afrika paling banyak penduduknya melakukan khitan perempuan. Upaya pelarangan sunat perempuan di negri muslim berarti juga upaya pembatasan pertumbuhan penduduk umat Islam. Muslimin dan Muslimat yang kami hormati,, khitan juga membantu perempuan menjaga dan mengontrol gairah sex-nya. Jika tidak disunat, perempuan tak pernah merasakan kepuasaan hubungan dengan satu laki-laki (suami), yang selanjutnya mendorongnya berselingkuh dan melakukan perzinahan. Lalu Muslimin dan Muslimat yang kami hormati bisa menebak.

Hadis Rasulullah Saw Tentang Khitan Perempuan

{إِذَا اِلْتَقَى الْخِتَانَانِ فَقَدْ وَجَبَ الْغُسْلُ } رَوَاهُ البخارى
Apabila bertemu dua khitan maka wajib mandi (HR.Bukhari)
( عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : { خَمْسٌ مِنْ الْفِطْرَةِ : الِاسْتِحْدَادُ، وَالْخِتَانُ ، وَقَصُّ الشَّارِبِ ، وَنَتْفُ الْإِبْطِ, وَتَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ } رَوَاهُ الْجَمَاعَةُ )
Dari Abu Hurairah Ra. ia berkata bahwa Rasulullah Saw. bersabda: lima dari fitrah: memotong bulu kemaluan, khitan, memotong kumis, mencabut bulu ketiak dan memotong kuku (HR. Jama’ah)
( عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : { اخْتَتَنَ إبْرَاهِيمُ خَلِيلُ الرَّحْمَنِ بَعْدَ مَا أَتَتْ عَلَيْهِ ثَمَانُونَ سَنَةً ، وَاخْتَتَنَ بِالْقَدُومِ } .مُتَّفَق عَلَيْهِ)
Dari Abu Hurairah Ra. ia berkata sesungguhnya Rasulullah Saw. bersabda: Nabi Ibrahim As. Berkhitan setelah berumur 80 tahun dan ia berkhitan dengan kapak (Muttafaqun ‘Alaihi)
{ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَتَنَ الْحَسَنَ وَالْحُسَيْنَ يَوْمَ السَّابِعِ مِنْ وِلَادَتِهِمَا } أَخْرَجَهُ الْحَاكِمُ وَالْبَيْهَقِيُّ
Sesungguhnya Nabi Muhammad Saw mngkhitan Hasan dan Husein pada hari ke tujuh dari kelahirannya (HR. Al-Hakim dan Baihaqi)
( وَعَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ قَالَ : أُخْبِرْتُ عَنْ عُثَيْمِ بْنِ كُلَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّهُ جَاءَ إلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : قَدْ أَسْلَمْت ، قَالَ : { أَلْقِ عَنْكَ شَعْرَ الْكُفْرِ } يَقُولُ احْلِقْ ، قَالَ : وَأَخْبَرَنِي آخَرُ مَعَهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : لِآخَرَ : { أَلْقِ عَنْكَ شَعْرَ الْكُفْرِ وَاخْتَتِنْ } .رَوَاهُ أَحْمَدُ وَأَبُو دَاوُد ) .
Dan dari Ibnu Juraij ia berkata, saya dikhabarkan dari ‘Utsaim bin Kulain dari bapakknya dari kakeknya, bahwasannya ia datang kepada Rasulullah Saw dan berkata: aku telah masuk Islam, maka Rasulullah Saw. Bersabda: buanglah darimu rambut kekufuran, potonglah rambutmu. Ia pun berkata bahwa ia dikhabari oleh orang lain yang bersamanya bahwa Rasulullah Saw. Bersabda dengan orang lain tersebut: buanglah darimu rambut kekufurandan berkhitanlah! (HR. Ahmad an Abu Daud)
{الْخِتَانُ سُنَّةٌ فِي الرِّجَالِ مَكْرُمَةٌ فِي النِّسَاءِ } رَوَاهُ أَحْمَدُ وَالْبَيْهَقِيُّ
Khitan merupakan sunnah (yang harus diikuti) bagi laki-laki dan perbuatan mulia bagi wanita (HR. Ahmad dan Baihaqi)
قال الرسول صلى الله عليه وسلم لبعض الختانات في المدينة : ” اخفضي ولا تنهكي فإنه أنضر للوجه وأحظى للزوج ” رواه أبو داود والبزار والطبراني و الحاكم و البيهقى
Rasulullah bersabda kepada para tukang khitan perempuan di Madinah: pendekkanlah sedikit dan jangan berlebih-lebihan sebab hal tersebut lebih menceriakan wajah dan disukai suami (HR. Abu Daud, Bazzar, Thabrani, Hakim dan Baihaqi).

khitan

===================================================================================

Dalam Hal ini pendapat saya pribadi, bahwasanya Khitan bagi perempuan adalah perbuatan Mulia dan disunahkan, baik untuk dilaksanakan, adapun jika tidak dilaksanakan tidaklah mendapatkan dosa sebagaimana meninggalkan yang wajib seperti shalat, adapun melarangnya adalah perbuatan haram dan termasuk kepada perbuatan syaitan. semua kembali kepada Muslimin dan Muslimat sekalian. Wallahu a’lam Bi shawab.
===================================================================================

Dikutip dari berbagai sumber.
Hikmah khitan menurut hukum Islam bisa di download di download page



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s